5 Konsep Perumahan Syariah yang Perlu Anda Ketahui

5 Konsep Perumahan Syariah yang Perlu Anda Ketahui

Sebagaimana disampaikan sebelumnya tentang properti syariah, bahwa properti syariah itu berfokus pada akad/proses kepemilikannya, tentu tanpa mengabaikan konsep kawasan, agar tercipta suasana kondusif penuh ketaatan kepada Allah SWT. Nah, berikut ini 5 konsep properti syariah yang perlu Anda ketahui:

1. Tanpa Bank
Developer tidak mengajak pihak bank untuk terlibat dalam akad jual beli, akad hanya antara Anda sebagai pembeli dengan developer, kelebihannya tidak akan ada BI Checking, proses cenderung lebih simple dan mudah.

2. Tanpa Bunga
Biasanya cicilan rumah bersifat flat setiap bulannya, tanpa ada penambahan ataupun pengurangan. Opsi harga yaitu cash atau kredit, itu pun sudah disampaikan nominalnya sebelum akad dan tidak akan berubah walaupun suku bunga naik turun, jadi pilihan harga tergantung Anda yang menentukan.

3. Tanpa Denda
Jika Anda telat membayar ketika mencicil di dalam KPR konvensional tentu Anda akan terkena denda. Tidak dengan KPR syariah, Anda hanya akan dikenakan surat peringatan sebagai pengingat komitmen bayar hutang atau resechedule pembayaran jika dirasa Anda tidak bisa menepati cicilan di tanggal tertentu.

the ortensia village

4. Tanpa Sita
Jika pun Anda di tengah jalan tak sanggup lunasi cicilan, padahal di sisi lain Anda sudah menempati rumah beberapa lama, maka developer akan mendorong Anda untuk menjual rumahnya atau dibantu dijualkan, hasilnya sebagian untuk bayar sisa hutang ke developer sisanya Anda kantongi sendiri, untung bukan? Tidak akan disita, karena Anda sudah memiliki hak rumah 100%. Anda pun bisa menjual aset lain untuk melunasi cicilan tersebut.

5. Tanpa Akad Bermasalah
Akad antara pembeli dan developer adalah akad jual beli istishna (pesan bangun, bersifat indent) jika unit rumah belum tersedia, bisa juga dengan akad jual beli kredit secara syari jika unit rumah sudah tersedia.

Semoga bermanfaat, Terima Kasih

Kenapa harus terikat dengan Syariah, hatta dalam urusan Properti?

Kenapa harus terikat dengan Syariah, hatta dalam urusan Properti?

Dalam Islam, jual beli properti merupakan perkara muamalah, bukan masuk kategori aqidah atau ibadah. Namun demikian, bukan berarti dunia muamalah/bisnis ini bisa bebas nilai tanpa aturan-aturan Ilahi yang membimbingnya. Oleh karena itu, jika berbisnis kita harus terikat dengan syariah. Jika bermuamalah, carilah bisnis-bisnis yang sesuai dan terikat dengan aturan syariah. Kenapa? Berikut alasannya:

  1. Karena bisnis syari’ah adalah bisnis yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal yang mulia. Mengedepankan kejujuran, keadilan, jauh dari perkara tipu muslihat, kepura-puraan dan kezaliman. Ini adalah nilai-nilai universal yang sangat diinginkan oleh setiap manusia dalam kehidupannya. Dan syari’ah telah memberikan seperangkat aturan yang lengkap agar semua nilai tersebut bisa direalisasikan dalam kehidupan. Oleh karenanya, bisnis sesuai syariah bisa dilakukan oleh siapa pun, tidak hanya Muslim
  2. Bagi setiap muslim, bisnis sesuai syari’ah adalah kewajiban dari Allah SWT. Karena aktivitas bisnis merupakan ativitas perbuatan (amal) manusia yang terkait dengan pengelolaan terhadap harta benda yang berhubungan dengan manusia lainnya. Sedangkan Allah SWT telah mewajibkan setiap muslim untuk selalu memperhatikan setiap perbuatannya tanpa terkecuali, termasuk di dalamnya aktivitas bisnis untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Ini merupakan wujud sekaligus konsekuensi dari keimanan seorang muslim.

Sebuah kaidah menyatakan bahwa “hukum asal dari perbuatan manusia adalah terikat dengan hukum syara”. Jika diibaratkan. perbuatan kita adalah kereta api dan hukum syariah adalah rel, maka tidak boleh sedetik pun perbuatan kita berada di luar rel hukum syariah tersebut.

Loh kenapa begitu, Apa dasarnya munculnya kaidah tersebut?

  • Pertama: bahwa seluruh amal perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban, dihitung dan dibalas oleh Allah. Tentu kita semua yakin akan hari pembalasan kan?
  • kedua: bahwa Allah-lah yang satu-satunya pihak yang berhak memberikan penilaian atas status perbuatan manusia pada hari perhitungan, Dialah satu-satunya hakim yang menilai perbuatan manusia, apakah perbuatan mereka itu tergolong terpuji atau tercela,mendapat pahala ataukah siksa. Iya kan? bahkan hakim di pengadilan dunia pun bakal diadili kelak. Bukan dengan standarnya sang hakim dunia, tetapi dengan standar dari Allah Sang Pencipta
  • Ketiga: bahwa Allah telah menurunkan petunjukNya kepada manusia. Meski manusia memiliki akal, namun manusia tidak mungkin mengetahui standard keputusan Allah, perbuatan mana yang Dia putuskan sebagai kebajikan dan perbuatan mana pula yang Dia anggap sebagai ketercelaan. Oleh karena itu, penilaian hukum atas perbuatan manusia, ditinjau dari segi apakah akan mendapat pahala atau justru siksa di akhirat, wajib diserahkan kepada Allah saja. Itulah mengapa manusia membutuhkan petunjuk dari Allah Ta’ala. Apabila mereka mengikuti petunjuk itu, maka mereka akan selamat. Sebaliknya, jika mereka meninggalkan petunjuk Allah, maka mereka akan mendapat bencana di dunia dan siksa di akhirat.
  • keempat: bahwa Allah mewajibkan manusia untuk mengetahui hukum atas segala macam perbuatan yang mereka lakukan, agar mereka dapat mengatur perbuatan mereka dengan hukum tersebut dan agar mereka dapat mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan mereka di hadapan Allah pada hari perhitungan.

Allah berfirman dalam Surat al-Isra’ ayat 36: “Janganlah kalian mengikuti apa-apa yang kalian tidak memiliki pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati itu semuanya akan dimintai pertanggungjawaban”.

Jadi, itulah alasan kenapa bisnis dan perbuatan kita harus terikat dengan syariah. Karena bisnis bukan sekedar untung dan rugi, namun juga keberkahan. Semoga kita diberikan kemudahan dalam meniti petunjuk-Nya sehingga mendapatkan kebahagiaan di hari pembalasan kelak. Aamiin…

Apa Itu Properti Syariah?

Apa Itu Properti Syariah?

Properti Syariah adalah suatu properti yang dalam proses kepemilikannya sesuai dengan Syariat Islam dimana tidak menggunakan KPR Bank yang mengandung Bunga/Riba, Tidak menggunakan BI-Checking sehingga memudahkan Calon Pembeli, Tanpa Sita, Tanpa Denda, dan Tanpa Akad Bathil.

Jadi, ini inti utama yang membedakan antara Properti Syariah dengan yang lain. Sekali lagi dalam proses kepemilikannya atau akad kepemilikannya

Lalu kalau konsep hunian/kawasannya bagaimana?

Itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap kesyariahannya. Ada dan tidaknya fasilitas masjid, rumah tahfidz, pendidikan islami, sarana olahraga islami dll bukanlah patokannya.

Namun, developer properti syariah biasanya memiliki visi misi membangun kawasan Islami, mendukung kembalinya peradaban Islam dan lahirnya generasi yang taqwa. Maka, biasanya mereka pun membangun konsep kawasan dengan fasilitas yang bisa menciptakan suasana kondusif penuh ketaqwaan.

Mau memiliki hunian atau aset produktif di Properti Syariah? Silahkan hubungi marketing dari The Ortensia Village