Tahukah Anda 5 Jenis Sertifikat Lahan Berikut Ini?

Tahukah Anda 5 Jenis Sertifikat Lahan Berikut Ini?

Ada rencana untuk berinvestasi properti, lahan atau sejenisnya? Agar terjamin keamanan dan keabsahannya tentu anda wajib tau tentang surat-surat atau sertifikat properti anda, kenapa? Karena alih-alih untuk membuka peluang bisnis tapi malah sebaliknya bukan mendapat keuntungan tapi ujung-ujungnya anda buntung atau mengalami kerugian.

Bukan hanya materi tapi juga mendapatkan kerugian dari hak status properti yang anda beli bermasalah, hal ini harus anda hindari dengan cara cermat yaitu dengan mengetahui jenis-jenis sertifikat setidaknya ada 5 yaitu.

1. SHM ( Sertifikat Hak Milik )

Namanya sudah tidak asing lagi karena setiap orang akan jeli dengan surat yang satu ini, SHM merupakan Sertifikat Hak Milik yang memiliki status hukum yang sangat kuat bahkan diantara surat yang lainnya.

Hak kepemilikan yang tertera namanya diSHM ini sangat kuat sebagai pemilik yang sah dan memiliki sifat yang turun dimana setiap pemindahtanganan bisa langsung balik nama, nah untuk anda yang kan berinvestasi properti, tanah atau lahan pastikan ada SHM hal ini akan memberikan nilai yang sangat bagus untuk anda.

2. HGB ( Hak Guna Bangunan )

Jika anda ingin mendirikan suatu bangunan dilahan atau tanah yang bukan milik anda dalam jangka yang sudah ditentukan dengan kurun waktu minimal 30 tahun dan bisa diperpanjang hingga 20 tahun kedepan.

Dengan HGB ini anda bisa membuka peluang usaha dengan tidak mengeluarkan dana yang besar, status HGB ini biasa digunakan untuk sebagian orang yang memiliki peroperti , atau lahan usaha salam waktu yang tidak lama tapi untuk yang ingin memilkinya HGB bisa ditingkatkan kekuatan hukumnya dengan merubah statusnya menjadi Sertifikat Hak Milik.

3. Girik

Sebagian orang kadang salah persepsi dengan status dari girik ini, yang beranggapan sama dengan atau pengganti SHM, dan itu tidak benar karena Girik bukan merupakan sertifikat yang memiliki status yang kuat tapi hanya sebuah surat yang digunakan untuk bukti bahwa lahan yang dipakai sudah lunas pajak, statusnya sangat lemah karena hanya Hak pakai dengan jangka waktu 25 tahun dan tidak bisa diperpanjang, walau begitu Girik bisa digunakan sebagai pelengkap saat anda akan membuat sertifikat tanah.

the ortensia village

4. SHSRS ( Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun )

Sertifikat ini memang sangat asing kita dengar karena sertifikat ini digunakan dalam skala pembangunan yang bisa dibilang besar seperti pembangunan rumah susun atupun apartemen yang didirikan dilahan bersama dan benda bersama, tapi SHSRS ini memilki status kepemilikan perseorangan disertiap rumah susun.

Jangka waktu sertifikat ini berlaku mengikuti status tanah tempat didirikannya bangunan apartemen tersebut.

5. AJB

Seperti Girik banyak yang beranggapan bahwa AJB adalah sama seperti SHM, hal ini perlu diluruskan status dari AJB ini merupakan Tanda ataiu bukti pemindahan hak atas lahan yang dijual belikan, AJB ini merupakan pelengkap dari Sertifikat yang telah disebutkan diatas dalam pembuatan AJB ini anda harus teliti karena ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang melukan duplikat atau penggandaan AJB, untuk keabsahannya anda bisa datang ke kantor BPN setempat.

Nah itulah 5 jenis surat yang perlu anda ketahui ketika anda berencana untuk melakukan pembelian properti, lahan ataupun apartemen, sehingga izin dan keabsahannya bisa terjamin atau anda bisa memiliki unit rumah maupun kavling siap bangun di The Ortensia Village dimana Lahan dijamin aman dengan legalitas yang lengkap.

Silahkan Join Waitinglistnya dengan menghubungi:

Ojon Abi Zidna : 087839367873

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com